Program Nurturing Kedokteran Mengembangkan Lingkungan Belajar yang Humanis dan Berkualitas
Nurturing kedokteran merupakan sebuah pendekatan yang menempatkan aspek pembinaan, pendampingan, dan pengembangan manusia sebagai inti dari proses pendidikan dan praktik kedokteran. Konsep ini menekankan bahwa membentuk seorang tenaga kesehatan yang unggul tidak hanya bergantung pada kemampuan klinis, tetapi juga pada penguatan karakter, empati, serta sensitivitas terhadap kebutuhan pasien dan lingkungan sekitarnya.
Pendekatan nurturing diwujudkan melalui lingkungan belajar yang suportif, interaksi dosen dan mahasiswa yang membangun, serta proses mentoring yang berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan integritas, kemampuan komunikasi, dan kepekaan etis yang menjadi fondasi profesionalisme seorang dokter.
Pada konteks pelayanan kesehatan, nurturing kedokteran tercermin dalam cara tenaga medis menghadirkan pengalaman penyembuhan yang humanis. Pasien diperlakukan bukan sekadar sebagai kasus klinis, tetapi sebagai individu yang membutuhkan perhatian menyeluruh baik fisik maupun emosional. Pendekatan ini memperkuat hubungan dokter–pasien, menumbuhkan kepercayaan, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Nurturing kedokteran juga mencakup pengembangan sumber daya manusia di lingkungan fasilitas kesehatan. Melalui budaya kerja yang suportif, program pembinaan profesional, dan peluang pengembangan diri, tenaga kesehatan dapat bertumbuh menjadi profesional yang kompeten dan resilien. Nurturing kedokteran merupakan sebuah gerakan untuk membangun ekosistem pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih empatik, manusiawi, dan berkelanjutan menjadikan kedokteran tidak hanya sebagai ilmu, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.